Ancaman Resesi Semakin Nyata, Bagaimana Kondisi Perbankan Indonesia?
Top News
Nasional Internasional Sul-Sel Politik Hukum Olahraga Lifestyle Tekno Agama Tren Properti Pendidikan Tokoh Opini Video Iklan Ekonomi Selebriti Sosial Food
×

DATA COVID-19 DI INDONESIA

Update terakhir: 27 Oktober 2020, 17:00 WITA

TERKONFIRMASI

396.454

+3.520 Kasus

Dirawat 60.694

Sembuh 322.248

Meninggal 13.512

Berita Terpopuler Hari Ini: Survei: Tingkat Kepuasan pada Kinerja Jokowi-Ma`ruf Terus Turun Khadijah ra Tahu Suaminya Calon Nabi Saat Imam Malik dan Syafi’i Berbeda Pendapat Soal Rezeki Minta Abu Nawas Penjarakan Angin, Baginda Raja Malah Kena Batunya Unifa Ajarkan Mahasiswa, Survive di Tengah Pandemi lewat Sistem Hyls Unifa Catat Pertandingan Juventus Vs Barcelona  Debat Kandidat Bupati Barru, Petahana tampil Memukau Operasi Zebra, Pemohon SIM di Polres Kendari Meningkat 100 persen Bupati Dukung HIPMI Pinrang Gelar HIPMI Award 2020 Sudutkan Umat Muslim, Macron Dikecam Liga Muslim dan OKI
Landscape for All Languages

POLITIK & PILKADA

4 Langkah Dilan Tangani Sampah Makassar

Debat Kandidat Bupati Barru, Petahana tampil Memukau

Dinilai Sosok Pemimpin Bertanggung Jawab, RT RW Mamajang Berikrar Menangkan Danny Fatma

Di Hadapan Warga Tamalate, Appi Janji Bekali Warga Pelatihan hingga Kerja

Jangan Lupa! Ini Jadwal Debat Kandidat Cawalkot Makassar di Jakarta

OLAHRAGA

  1. Masih Positif Covid-19, Ronaldo Dipastikan Absen Lawan Barcelona

  2. Hasil Pertandingan Liga Champions tadi malam (28/10/2020)

  3. Catat Pertandingan Juventus Vs Barcelona 

  4. Imbang, Milan Tetap di Puncak 

  5. Samuel Paty Lukis Karikatur Nabi Muhammad hingga Presiden Prancis Hina Islam, Paul Pogba putuskan Mundur dari Timnas !

  6. Tersisa Tiga Laga, Dovizioso Pesimis Bisa Juara MotoGP Musim Ini

  7. Ini Klasemen Lengkap Pebalap Usai MotoGP Teruel 2020

SELEBRITI

Taqy Malik Ungkap Kronologi Perkenalannya dengan Istrinya, Sherel Thalib

Kode Keras! Anya Geraldine Ngaku Bosan Tidur Sendiri

Anya Gerladine Unggah Video di Kolam Renang, Warganet Kelepek-kelepek

Resepsi Pernikahannya Cukup Mewah, Ini 11 Sumber Penghasilan Taqy Malik

Nathalie Holscher Ingin Dinikahi Sule, Putra Sule: Harus Bisa Bahasa Sunda

HUKUM & KRIMINAL

  1. Kisah Perselingkuhan Ibu 2 Anak dengan Teman SD, Berawal dari Reuni Berakhir Tewas Dicekik

  2. Polisi Tangkap Tiga Tersangka Pembunuhan di Hutan Bakau Teluk Kendari

  3. Waspada! Iming-iming Barang Murah Sitaan Bea Cukai dijadikan Modus Pelaku Penipuan

  4. 6 Pelaku Pembunuh Wartawan Demas Laira Ditangkap Tim Gabungan Bareskrim, Polda Sulsel dan Polda Sulbar

  5. Reklamasi Pantai Kupa, Mantan Kapolres Barru Divonis 1 Tahun Penjara

Ancaman Resesi Semakin Nyata, Bagaimana Kondisi Perbankan Indonesia?

Ekonomi | 2020-08-27

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO,- Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memproyeksi pertumbuhan ekonomi minus 2 persen hingga 0 persen di kuartal III. Jika perekonomian kembali minus di kuartal III, maka Indonesia akan resmi masuk ke jurang resesi.

Meski demikian, para ekonom meyakini kondisi perbankan masih cukup kuat meskipun perekonomian terancam resesi. Berbagai indikator juga dinilai masih menunjukkan kekuatan perbankan meski dihantam pandemi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengakui indikator-indikator penurunan memang terjadi di beberapa bank tetapi secara keseluruhan masih baik. Likuiditas bank juga masih terjaga.

"Kualitas aset masih baik, sehingga memungkinkan bank untuk tetap mendapatkan keuntungan," kata Piter, Kamis (27/8).

Baca juga: Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Trakindo Luncurkan Komitmen Cepat & Pasti, juga Dozer dan Minihex Terbaru

Piter mengatakan, rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) memang mengalami kenaikan, tetapi kenaikannya masih dalam batas aman. NPL perbankan masih di bawah batas psikologi 5 persen.

Piter pun membantah isu yang menyebut beberapa bank mengalami permasalahan likuiditas. Menurutnya, isu tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Permasalahan likuiditas yang dihadapi beberapa bank tertentu masih dalam batas-batas yang bisa dikelola oleh otoritas," jelasnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2020, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Umum Konvensional (BUK) sebesar 22,59 persen. Posisi ini masih jauh dari batas minimum yang ditetapkan regulator sebesar 12 persen.

Selain CAR, kecukupan likuiditas juga dinilai masih terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Non Core Deposit (AL/NCD) per 15 Juli 2020 menguat ke level 122,57 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 26,02 persen, jauh berada di atas threshold 50 persen dan 10 persen.

Ekonom Senior INDEF, Aviliani, juga menjelaskan bahwa kondisi perbankan masih sangat baik. Hal itu terlihat dari berbagai data perbankan secara umum.

"Jadi kalau dilihat secara modal perbankan rata-rata semuanya bagus karena 22 persen CAR-nya. Terus dari sisi likuiditas rasionya juga masih bagus cuma kan individu bank beda-beda," katanya.

Aviliani menuturkan, jika dilihat dari sisi likuiditas, perbankan Indonesia sudah aman dan cukup kuat menghadapi pandemi COVID-19 hingga akhir tahun ini. Menurutnya, kebijakan pemerintah dan regulator dinilai cukup memberikan kelonggaran bagi perbankan.

"Kalau dilihat dari sisi likuiditas sekarang, bahkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun sekarang dimungkinkan untuk bantu likuiditas juga kan. Pemerintah juga menempatkan dana likuiditas di bank swasta, BUMN dan BUMD. Jadi kalau isu likuiditas sudah diamankan beberapa kebijakan," jelasnya.




BERITA TERKAIT

Pedagang Pasar Basah Mandonga Kecewa kepada  Pemkot Kendari
Masyarakat Tolak Hadirnya Indomaret dan Alfamidi di Konawe Utara
632 TKL Divisi Crew Umum Lolos Berkas di PT VDNI
Pertamina Kembali Salurkan Modal Usaha Rp 2,3 Miliar Untuk Program Pinky Movement
Terungkap, Ini Dia Biang Kebocoran PAD Parepare di Bidang Perparkiran
32 Desa Se-Sulawesi Sudah Nikmati Pertashop, Kini Siapun Bisa Turut Memiliki
Mendorong Transaksi Non-Tunai, Pertamina Gelar Promo di Sulawesi
SKK Migas, INPEX Tuntaskan Metocean Service Visit untuk Proyek LNG Abadi   di Masa Pandemi
Tambang Nikel Ilegal di Kolut Telan Korban Jiwa
Dampak Pandemi Covid-19, PLN Turunkan Tarif Listrik ke Tujuh Golongan Pelanggan

TERPOPULER

  1. Saat Imam Malik dan Syafi’i Berbeda Pendapat Soal Rezeki

  2. Debat Kandidat Bupati Barru, Petahana tampil Memukau

  3. Sudutkan Umat Muslim, Macron Dikecam Liga Muslim dan OKI

  4. Polisi Tangkap Tiga Tersangka Pembunuhan di Hutan Bakau Teluk Kendari

  5. Viral! Gadis Asal Jeneponto Ini dilamar Pakai Helikopter, Segini Uang Panaiknya

  6. Samuel Paty Lukis Karikatur Nabi Muhammad hingga Presiden Prancis Hina Islam, Paul Pogba putuskan Mundur dari Timnas !

  7. Pilkada Barru Diprediksi Elektabilitas Petahana Bersaing Ketat dengan Malkan Amin-Salahuddin Rum

  8. Tahap Finishing, Tol Layang Pettarani Pakai Aspal Pertamina

  9. Gubernur: Jalan Metro Tanjung Bunga akan Menjadi Terlebar di Indonesia dan Landmark Baru Kota Makassar

  10. Indikator Lakukan Survei Pilpres 2024, Ini Tiga Tokoh dengan Elektabilitas Tertinggi

RELIGI

Khadijah ra Tahu Suaminya Calon Nabi

Saat Imam Malik dan Syafi’i Berbeda Pendapat Soal Rezeki

JK Peserta Umrah Pertama Dari Luar Arab Saudi

Akhir Tahun 2021, Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam Hadir di Jakarta

PPIH Masih Tunggu Kejelasan Protokol Umrah dari Pemerintah Arab

EKONOMI

  1. Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Trakindo Luncurkan Komitmen Cepat & Pasti, juga Dozer dan Minihex Terbaru

  2. Akuisisi Blok Rokan, Pertamina Akan Kuasai 70 persen Produksi Minyak Nasional

  3. Presiden Jokowi Dipastikan Datang Bersama Menteri PUPR Resmikan Jembatan Teluk Kendari

  4. Pedagang Pasar Basah Mandonga Kecewa kepada Pemkot Kendari

  5. Masyarakat Tolak Hadirnya Indomaret dan Alfamidi di Konawe Utara

  6. 632 TKL Divisi Crew Umum Lolos Berkas di PT VDNI

  7. Pertamina Kembali Salurkan Modal Usaha Rp 2,3 Miliar Untuk Program Pinky Movement

  8. Terungkap, Ini Dia Biang Kebocoran PAD Parepare di Bidang Perparkiran

  9. 32 Desa Se-Sulawesi Sudah Nikmati Pertashop, Kini Siapun Bisa Turut Memiliki

  10. Mendorong Transaksi Non-Tunai, Pertamina Gelar Promo di Sulawesi

  11. SKK Migas, INPEX Tuntaskan Metocean Service Visit untuk Proyek LNG Abadi di Masa Pandemi

  12. Tambang Nikel Ilegal di Kolut Telan Korban Jiwa

Ancaman Resesi Semakin Nyata, Bagaimana Kondisi Perbankan Indonesia?

Ekonomi | 2020-08-27

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO,- Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memproyeksi pertumbuhan ekonomi minus 2 persen hingga 0 persen di kuartal III. Jika perekonomian kembali minus di kuartal III, maka Indonesia akan resmi masuk ke jurang resesi.

Meski demikian, para ekonom meyakini kondisi perbankan masih cukup kuat meskipun perekonomian terancam resesi. Berbagai indikator juga dinilai masih menunjukkan kekuatan perbankan meski dihantam pandemi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengakui indikator-indikator penurunan memang terjadi di beberapa bank tetapi secara keseluruhan masih baik. Likuiditas bank juga masih terjaga.

"Kualitas aset masih baik, sehingga memungkinkan bank untuk tetap mendapatkan keuntungan," kata Piter, Kamis (27/8).

Baca juga: Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Trakindo Luncurkan Komitmen Cepat & Pasti, juga Dozer dan Minihex Terbaru

Piter mengatakan, rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) memang mengalami kenaikan, tetapi kenaikannya masih dalam batas aman. NPL perbankan masih di bawah batas psikologi 5 persen.

Piter pun membantah isu yang menyebut beberapa bank mengalami permasalahan likuiditas. Menurutnya, isu tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Permasalahan likuiditas yang dihadapi beberapa bank tertentu masih dalam batas-batas yang bisa dikelola oleh otoritas," jelasnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2020, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Umum Konvensional (BUK) sebesar 22,59 persen. Posisi ini masih jauh dari batas minimum yang ditetapkan regulator sebesar 12 persen.

Selain CAR, kecukupan likuiditas juga dinilai masih terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Non Core Deposit (AL/NCD) per 15 Juli 2020 menguat ke level 122,57 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 26,02 persen, jauh berada di atas threshold 50 persen dan 10 persen.

Ekonom Senior INDEF, Aviliani, juga menjelaskan bahwa kondisi perbankan masih sangat baik. Hal itu terlihat dari berbagai data perbankan secara umum.

"Jadi kalau dilihat secara modal perbankan rata-rata semuanya bagus karena 22 persen CAR-nya. Terus dari sisi likuiditas rasionya juga masih bagus cuma kan individu bank beda-beda," katanya.

Aviliani menuturkan, jika dilihat dari sisi likuiditas, perbankan Indonesia sudah aman dan cukup kuat menghadapi pandemi COVID-19 hingga akhir tahun ini. Menurutnya, kebijakan pemerintah dan regulator dinilai cukup memberikan kelonggaran bagi perbankan.

"Kalau dilihat dari sisi likuiditas sekarang, bahkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun sekarang dimungkinkan untuk bantu likuiditas juga kan. Pemerintah juga menempatkan dana likuiditas di bank swasta, BUMN dan BUMD. Jadi kalau isu likuiditas sudah diamankan beberapa kebijakan," jelasnya.


Berita Terkait

KOLEKSI VIDEO POPULER

Berita Terkini

Koleksi VIDEO Populer

Berita Terpopuler

Berita Sul-Sel

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020