POLITIK & PILKADA

Respon Isu Kongres Luar Biasa, AHY Temui Senior Partai Demokrat

Raup Ucapkan Terima Kasih Dukungan Masyarakat

Usai Dipecat Demokrat, Yus Sudarso Sebut Demokrat Bak Partai Kerajaan

Ada Upaya Kudeta AHY, Demokrat Pecat 7 Kadernya

Wawancara Khusus Bupati Gowa, Adnan Komitmen Jadikan Gowa Kabupaten Terbaik dan Terdepan di Sulsel

OLAHRAGA

  1. Timnas Indonesia U-23 Tumbangkan Tira Persikabo 2-0

  2. Kalah dari Chelsea, Klopp Akui Pukulan Besar bagi Liverpool

  3. Unggul Head to Head, Liverpool diprediksi Menang Kontra Chelsea di Anfield

  4. Mayoritas Warga Jepang Tolak Pelaksanaan Olimpiade Tokyo di 2021

  5. Polling AFC Tempatkan Delapan Pemain Muda Terbaik, Asnawi di Urutan Keempat

  6. Agen Sebut Maksimal Hanya 10 Klub yang Mampu Beli Haaland, 4 Diantaranya dari Inggris

  7. Prediksi dan Head to Head Atletico Madrid vs Chelsea di Liga Champions

SELEBRITI

Artis Rina Gunawan Meninggal Dunia

Frustrasi dengan Warganet +62, Dayana Berhenti Terima Followers

Ada Apa? Wulan Guritno Gugat Cerai Suaminya

Dijadwalkan Resepsi 21 Februari, Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo Batal Nikah

Batal Nikah, Ayu Ting Ting Bongkar Fakta Baru Tentang Hubungannya dengan Aditya Jayusman

HUKUM & KRIMINAL

  1. Ini Motif Aisyah Nekad Membunuhnya Pacarnya Sendiri, Selebgram Asal Makassar

  2. Putusan Hebat dan Fenomenal, Warisan Hakim Agung Artidjo Alkostar

  3. Seorang Suami di Sabbang Selatan Tega Tebas Istri Hingga Tewas di Pematang Sawah

  4. NA Diciduk KPK, Dekan Fakultas Pertanian Unhas Kaget, Tidak Menyangka

  5. Beberapa Pemilik Perusahaan Merasa Dibohongi, Polda Sultra Jebloskan Ke Penjara Dirut PT Rosini Indonesia

Keberadaan Harun Masiku Masih Misterius, KPK Didesak Terbitkan Red Notice

Hukum & Kriminal | 2021-01-22

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi
JAKARTA, JALURINFO.COM - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mau menerbitkan red notice bagi Harun Masiku. Pasalnya, hingga kini keberadaan tersangka kasus dugaan suap pengurusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 itu masih belum diketahui.

"Informasi keberadaan hidup atau mati saja enggak tahu, di dalam negeri atau di luar negeri juga enggak tahu. Artinya KPK perlu melacak di luar negeri dengan cara menerbitkan red notice," kata Boyamin saat dihubungi, Kamis (21/1).

Menurut Boyamin, besar kemungkinan Harun Masiku berada di luar negeri dengan cara menyelundup lewat perbatasan dan lain sebagainya. Ia bahkan mencoba melakukan pelacakan di dua negara berdasarkan beberapa informasi. "Ini prinsipnya dalam rangka memberikan kepastian keberadaan Harun Masiku baik hidup atau sudah meninggal," katanya.

Baca juga: Ini Motif Aisyah Nekad Membunuhnya Pacarnya Sendiri, Selebgram Asal Makassar

MAKI, lanjut Boyamin, juga mengapresiasi KPK yang telah membentuk tim satuan tugas (Satgas) khusus untuk mencari tujuh buronan, termasuk Harun Masiku. Boyamin menginginkan tim satgas pemburu buronan itu bekerja maksimal mencari Harun.




BERITA TERKAIT

NA Diciduk KPK, Dekan Fakultas Pertanian Unhas Kaget, Tidak Menyangka
Beberapa Pemilik Perusahaan Merasa Dibohongi, Polda Sultra Jebloskan Ke Penjara Dirut PT Rosini Indonesia
Akibat Tilep Dana Pusat, Oknum ASN Lutra Dipenjara

Hukum & Kriminal

Akibat Tilep Dana Pusat, Oknum ASN Lutra Dipenjara

dibaca 5374 kali
Saksi Ahli JPU: Ada Solar dan Tinner di Gedung Kejagung yang Terbakar
Tim Buser 77 Polres Kendari Membekuk Komplotan Spesialis Pencurian Di Minimarket Konsel
Polres Kendari Kembali Mengungkap dan Mengamankan Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kelas II A
Soal Penangkapan Wartawan di Enrekang, Begini Tanggapan Anggota Komisi III DPR RI
Diiming-iming Kerja di Citylink Sistem WFH, Pasutri Ini Kena Tipu Manager Gadungan
Diduga Terjadi Kegiatan Pengangkutan Ore Nikel Ilegal, Polisi Selidiki PT Kasmar
Terbukti Bersalah, Wakil Ketua  DPRD Konkep Dijatuhkan Hukuman 5 Bulan

TERPOPULER

  1. Nurdin Abdullah Dijemput KPK, Bagaimana Kelanjutan Pembangunan Stadion Mattoanging?

  2. Ada Kongkalikong Penyusunan Tatib Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo?

  3. Soal Investasi Miras di Indonesia, Politisi PKS Bilang Ini ke Jokowi

  4. Ombudsman RI : Rektor UHO Kendari, Muh. Zamrun Firihu, Melakukan Plagiat Parah

  5. Beberapa Pemilik Perusahaan Merasa Dibohongi, Polda Sultra Jebloskan Ke Penjara Dirut PT Rosini Indonesia

  6. Akibat Tilep Dana Pusat, Oknum ASN Lutra Dipenjara

  7. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS Ungkap Penyebab Mesin Pesawat Boeing 777 Terbakar

  8. Jika Terpilih Jadi Ketua DPD II Golkar Makassar, Appi Bertekad Menangkan Golkar di Pemilu Legislatif 2024

  9. Ini Besaran Insentif Kartu Prakerja Gelombang Ke-12

  10. Suami Digoyang Ombak, Istri Digoyang Oknum Dewan Torut

RELIGI

Ramai Aktifitas Buzzer, MUI Terbitkan Fatwa, Simak Isinya.

Masjid Lautze Jadi Jembatan Etnis Tionghoa di Indonesia Mengenal Islam

Ini Keutamaan Jalan Kaki Menuju Masjid untuk Salat Berjamaah

Ingin Masuk Sorga? Simak Wasiat dari Umar bin Khattab

WHO Sebut Madinah sebagai Kota Tersehat di Dunia, Ini Alasannya

EKONOMI

  1. Tampuk Pimpinan Berganti, Minarni Lukman Nakhodai BP Jamsostek Sulawesi Tenggara

  2. Ini Besaran Insentif Kartu Prakerja Gelombang Ke-12

  3. Pencarian Mobil Baru di Google Melonjak

  4. Pajak 0% Mobil Baru, Begini Skenario Pleaksanaannya

  5. Harga Minyak Dunia Hampir Sentuh 60 Dolar AS Per Barel

  6. PT VDNI dan Pemerintah Gelar Rakor Persiapan Pembangunan Politeknik Industri

  7. Soal Wakaf Uang, Begini Hukum hingga Pemanfaatannya

  8. Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

  9. Buka Keran Ekspor 2021, Biji Mete Sultra Pasok Pasar Vietnam

  10. Jokowi Tetapkan Nilai Tunjangan PNS untuk 4 Jabatan Fungsional

  11. Jualan Pot Bunga saat Pandemi, Ibu Ini dapat Omset Jutaan Rupiah per Bulan

  12. Menguat Hingga 8 Persen, Saham Tesla Lampaui Facebook

Keberadaan Harun Masiku Masih Misterius, KPK Didesak Terbitkan Red Notice

Hukum & Kriminal | 2021-01-22

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi
Choose Language!
JAKARTA, JALURINFO.COM - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mau menerbitkan red notice bagi Harun Masiku. Pasalnya, hingga kini keberadaan tersangka kasus dugaan suap pengurusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 itu masih belum diketahui.

"Informasi keberadaan hidup atau mati saja enggak tahu, di dalam negeri atau di luar negeri juga enggak tahu. Artinya KPK perlu melacak di luar negeri dengan cara menerbitkan red notice," kata Boyamin saat dihubungi, Kamis (21/1).

Menurut Boyamin, besar kemungkinan Harun Masiku berada di luar negeri dengan cara menyelundup lewat perbatasan dan lain sebagainya. Ia bahkan mencoba melakukan pelacakan di dua negara berdasarkan beberapa informasi. "Ini prinsipnya dalam rangka memberikan kepastian keberadaan Harun Masiku baik hidup atau sudah meninggal," katanya.

Baca juga: Ini Motif Aisyah Nekad Membunuhnya Pacarnya Sendiri, Selebgram Asal Makassar

MAKI, lanjut Boyamin, juga mengapresiasi KPK yang telah membentuk tim satuan tugas (Satgas) khusus untuk mencari tujuh buronan, termasuk Harun Masiku. Boyamin menginginkan tim satgas pemburu buronan itu bekerja maksimal mencari Harun.

Berita Terkait

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020