Top News
Nasional Internasional Sul-Sel Politik Hukum Olahraga Lifestyle Tekno Agama Tren Properti Pendidikan Tokoh Opini Video Iklan Ekonomi Selebriti Sosial Food
×

DATA COVID-19 DI INDONESIA

Update terakhir: 04 Agustus 2020, 15:42 WITA

TERKONFIRMASI

115,056

+1,922 Kasus

Dirawat 37,618

Meninggal 5,388

P. Sembuh 72,050

Berita Terpopuler Hari Ini: BERITA VIDEO: Detik-detik terjadinya Ledakan Besar di Lebanon, Puluhan Meninggal & Ribuan Terluka Harga emas melambung, ANTAM akan maksimalkan bisnis Logam Mulia Profil Kapolda Sulsel yang Baru Irjen Pol Merdisyam, Jenderal Intelijen yang Blunder soal TKA China Repsentatif Perempuan, Fatmawati Rusdi Jadi Idola “Emak-emak” Geopark Maros-Pangkep Menuju UNESCO Global Geopark Belum Genap Setahun, Orang Nomor Satu di Institusi Polda Sulsel Kembali Dimutasi Diduga Korupsi Dana Desa Rp 700 Juta, Bendahara Desa Melarikan Diri Perempuan Pembakar Bendera Merah Putih Ditangkap Polisi Tak Lagi Periksa Suket, Pembatasan Akses Keluar Masuk Makassar tetap Dilanjutkan PKB dan Berkarya Ikut Gabung, RAMAH Berpotensi 10 Kursi
Landscape for All Languages

Lintas Negara, Begini Gurita Bisnis Sang Joker Djoko Tjandra

Ekonomi | 2020-07-31

Terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, ditangkap di Malaysia, Kamis, 30 Juli 2020.
JAKARTA, JALURINFO,- Polisi menangkap terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia, Kamis, 30 Juli 2020. Sang Joker—nama kondang Djoko—akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah 11 tahun menjadi buron.

Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Kapolri Jenderal Idham Azis sempat mengirimkan surat ke Kepolisian Diraja Malaysia untuk menangkap Djoko. "Terima kasih kepada kepolisian Diraja Malaysia yang telah membantu penangkapan Djoko," kata Kabareskrim Listyo Sigit pada Kamis, 30 Juli 2020.

Djoko adalah taipan yang mengantongi portofolio bisnis di sejumlah negara. Pemilik nama alias Tjan Kok Hui yang lahir di Kalimantan Barat, 27 Agustus 1950 ini, merupakan pendiri Mulia Group. Dia bersama ayahnya, Tjandra Kusuma, serta dua saudaranya mengawali Mulia Group dengan PT Multiland Tbk pada 1970 dan membangun properti mewah seperti Wisma Mulia, wisma GBKI, dan Menara Mulia.

Jejak properti Mulia Group juga terekam di sejumlah kawasan elite di Malaysia. Pada 13 Mei 2015, 1MDB Real Estate, pengembang Tuan Razak Exchange, menjual tanah lokasi proyek Exchange 106 di Malaysia senilai 665 juta ringgit atau Rp 2,2 triliun untuk kurs saat ini kepada Melia.

Di situlah Djoko berkantor, di balik gedung gergasi berfasad kaca, di antara kawasan elite yang sejajar dengan kantor-kantor mewah lainnya.

Portofolio bisnis Djoko di Negeri Jiran ditengarai bukan hanya di Exchange 106. Sejumlah situs properti mencatat nama Menara Hong Leong Assurance atau HLA merupakan alamat kantor pusat Melia Group Malaysia.

Baca juga: Perihal Penting Mengenai Diskon Tagihan Listrik dan Token Gratis dari PLN, Simak Ulasannya

Di samping Mulia Group, dia tercatat menjalankan PT Era Giat Prima, perusahaan yang bergerak di bidang penagihan. Dia berkongsi dengan politikus Partai Golkar, Setya Novanto. Djoko sebagai direktur dan Setya Novanto sebagai direktur utamanya. Perusahaan ini mengadakan kontak bisnis dengan Bank Bali yang buntutnya ia diadili karena kasus hak tagih senilai Rp 904 miliar.

Jejaring bisnis Djoko juga terlacak di Papua Nugini. Dia terdata menjalankan Naima Agro Industries Limited, perusahaan beras yang berlokasi di Kota Bereina, Papua Nugini. Transparency International Papua New Guinea, lembaga pegiat antikorupsi, mencatat Djoko menjalankan sejumlah investasi saat Peter O’Neill menjadi perdana menteri.

Baca juga: Harga emas melambung, ANTAM akan maksimalkan bisnis Logam Mulia

Dia mendapatkan hak monopoli pengadaan beras di Central Province di pesisir selatan. Berdasarkan penelusuran Kejaksaan Agung pada 2012, nilai investasi yang dibenamkan Djoko di Naima mencapai US$ 2 miliar. Joko juga memperoleh kontrak renovasi gedung pusat pemerintah senilai 145 juta kina atau setara dengan Rp 601 miliar.

Jembarnya skala bisnis Djoko pun terungkap dalam dokumen Panama Papers, bocoran file finansial dari firma hukum Mossack Fonseca di Panama. Nama Djoko tercatat dalam 27 berkas, yang tertua berasal dari 1986. Tahun itu, Djoko dan saudaranya membentuk C+P Holdings Limited.

Djoko menguasai 14 ribu lembar saham dengan nilai US$ 1 per saham. Perusahaan itu didirikan di yurisdiksi British Virgin Islands, negara suaka pajak di kawasan Karibia.

Baca juga: Kehadiran Smelter Berdampak Positif Bagi Perekonomian

Djoko pun tercatat meminta firma Mossack Fonseca mendirikan perusahaan cangkang bernama Shinc Holding Limited pada Mei 2001. Akta pendirian Shinc Holdings mencantumkan modal awal sebesar US$ 50 ribu dengan harga per lembar US$ 1.

Djoko memakai alamat rumahnya di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, dalam sertifikat tersebut. Belakangan, alamat perusahaan berpindah ke Omega Plaza di Mong Kok, Hong Kong.

Pada Agustus 2012 atau berselang tiga tahun setelah Djoko menjadi buron, ada sebuah perusahaan investasi yang meminta perubahan komposisi saham Shinc Holdings kepada Mossack Fonseca. Memenuhi permintaan itu, Mossack mengalihkan kepemilikan ke anak-anak Djoko.
Terkini
Terpopuler
Covid 19
Video

Berita Terkait

KOLEKSI VIDEO POPULER

BERITA VIDEO: Keutamaan Waktu
Subuh, dan Kerugian bila
meninggalkan Shalat Subuh

BERITA VIDEO: Beberapa Pemuda
masuk ke RS Akibat Ingin
Memperbesar Alat Kelamin

BERITA VIDEO: Ustadz Das'ad
Latief: Rahasia Menghadapi
Istri yang Suka Ngomel

BERITA VIDEO : Sancaklar,
Mesjid Megah Dengan Desain
Terunik di Turki

BERITA VIDEO: 10 Pertandingan
KO Terbaik Mike Tyson

BERITA VIDEO: Detik-detik
Peluncuran Crew Dragon
Spacecraft dan Dua Astronot
ke ISS

BERITA VIDEO: Lima
Pertandingan yang Meng-KO Mike
Tyson

BERITA VIDEO: Ustadz Das'ad
Latief: Ingin Perbaiki Hidup?
Perbaiki Shalat!

BERITA VIDEO: Sholawat Nabi
Paling Merdu dari Timur Tengah

BERITA VIDEO: Surah Al-Mulk
oleh seorang pemuda Afrika,
viral di Medsos

BERITA VIDEO: Nabi Muhammad
adalah Tokoh yang Menentang
Keras Rasisme

BERITA VIDEO: Longsor yang
menenggelamkan Rumah di Desa
Battang Poros Toraja Palopo
(1)

BERITA VIDEO: Longsor yang
menenggelamkan Rumah di Desa
Battang Poros Toraja Palopo
(2)

BERITA VIDEO: Pangdam XIV
Hasanuddin, Mayjen TNI A.
Sumangerukka, Mengajak
Masyarak Bersatu Melawan
Covid-19

BERITA VIDEO: Detik-detik
Banjir Bandang Seret Korban di
Masamba

BERITA VIDEO: Memilukan!,
Penampakan Akibat Banjir
Masamba, Masjid & Rumah Warga
Dipenuhi dengan Lumpur

BERITA VIDEO: Viral Gadis
Cilik Berhasil Diselamatkan
Setelah Terendam Lumpur Banjir
Bandang Masamba

BERITA VIDEO: Kondisi di
Sekitar Mesjid Radda Pasca
Banjir Bandang Masamba

BERITA VIDEO: Kondisi Terkini
Kota Masamba Pasca Banjir
Bandang

BERITA VIDEO: PMI Sulsel
Kirimkan Paket Bantuan Ke
Masamba

JELAJAHI LEBIH LANJUT

BERANDA

NASIONAL

GLOBAL

SUL-SEL

POLITIK

HUKUM

OLAHRAGA

LIFESTYLE

TEKNO

RELIGI

PROPERTI

PENDIDIKAN

OPINI

EKONOMI

SELEBRITI

VIDEO POPULER

TOKOH

TREN

SOSIAL

KRIMINAL

TRAVEL

SAINS

UNIK

OTOMOTIF

HIBURAN

HEALTH

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

TENTANG KAMI

SERVICES

CONTACT

Copyright 2020