POLITIK & PILKADA

Danny-Fatma Pastikan Hadiri Pleno Penetapan Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Hasan Mbou Imbau Kader Partai Berkarya HMP Jaga Sultra Tetap Kondusif

Pilkada 2022, Gerindra Kendari Siap Usung Abdul Rasak-Andi Sulolipu

Ada Ramalan 2021 Ganti Presiden, RR: Sulit Dipercaya Tapi Indikasinya Ada

KPU Diskualifikasi Paslon Pemenang Pilkada Lampung, Ini Alasannya

OLAHRAGA

  1. Toyota Thailand Open : 2 Wakil Indonesia Raih Tiket ke Semi Final

  2. Meski Dinilai Bukan yang Terbaik di Dunia, Ronaldo Dikagumi Legenda Milan karena Hal Ini

  3. Usai Real Madrid Tersingkir dari Copa Del Rey, Zidane Terancam dipecat

  4. Lolos 16 Besar Copa Del Rey, Barcelona Susah Payah Kalahkan Cornella

  5. Jose Mourinho Sempat Selebrasi, Tottenham Vs Fulham Berakhir Seri

  6. Liga Inggris, Ini Prediksi Susunan Burnley Vs MU

  7. Hadapi Torino, Milan Berpeluang Lebarkan Jarak dengan Pesaing

SELEBRITI

Polisi Tetapkan Gisel sebagai Tersangka Kasus Video Syur

Rizky Billar Akhirnya Resmi Lamar Pujaan Hatinya, Lesty Kejora.

Kasus Video Syur 19 Detik, Gisel Diperiksa Polda Metro Jaya

Bukan Gosip! Aura Kasih Resmi Daftarkan Gugatan Cerai Suami ke PA Jaksel

Setelah istrinya, Sandiaga Uno Juga Dinyatakan Positif Corona

HUKUM & KRIMINAL

  1. Kisah Pilu Seorang Nenek Penjual Durian di Palopo, Dagangannya Digasak Sejumlah Remaja

  2. Keberadaan Harun Masiku Masih Misterius, KPK Didesak Terbitkan Red Notice

  3. Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri Protes Kematian Haji Permata yang Tewas Tertembak

  4. Kasus RS Batua Disebut Bakal Seret Banyak Pejabat

  5. Ini Keputusan Hakim Terkait Gugatan PKPU QNB ke PT Semen Bosowa

Pencopotan Aslan Sebagai Kepsek, Tunggu Kepastian Hukum Tetap

Sosial | 2020-11-25

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
KENDARI, JALURINFO,- Kasus dugaan pelecehan seksual dan dicopot tidaknya Aslan sebagai Kepala SMAN 9 Kendari, masih menunggu kepastian hukum tetap.

Hal itu disebabkan minimnya bukti atas dugaan kasus pelecehan seksual Aslan, pada hering Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra melalui Komisi IV bersama OPD terkait dan juga Alumni Ika serta OSIS SMAN 9 Kendari.

Anggota Komisi IV DPRD Sultra, H Abdul Rasid Syawal mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual harusnya menjadi satu bahwasanya negara Indonesia merupakan negara hukum, maka jika memang Aslan dinyarakan bersalah harusnya dilaporkan ke kepolisian.

Baca juga: M1R SSB Sultra Siap Bersinergi Wujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Di Sulawesi Tenggara

"Sebab jika masalah ini terus berlarut-larut maka bisa menjadi masalah moral bagi Istri, Anak, Keluarga dan lingkungan masyarakat sodara Aslan,tanpa mengalihkan aspirasi dari Alumni Ika dan semangat dari adik-adik OSIS.mungkin ini dapat kita carikan solusi yang pas untuk keduanya ini bisa berjalan," tuturnya.

Ia juga menambahkan gerakan seperti ini, nantinya akan menimbulkan praktis yang akan mengakibatkan tidak akan diresponya pidato Aslan oleh peserta didik yang mungkin akan berimbas pada Guru-Guru di SMAN 9 Kendari.




BERITA TERKAIT

 Kasus Covid-19 di Konut Menurun Lagi, Sisa 8 Pasien
Pemda Konawe umumkan Calon TKL PT OSS untuk Mengikuti Rapid Test dan Swab Test
Pasca Kunjungi Sulbar, Ini Bantuan Presiden Jokowi bagi Para Korban Gempa
Update Korban Gempa Sulbar, Sudah 90 Orang Meninggal Dunia
M1R SSB Sultra Bergerak Membuka Posko Peduli Gempa Sulbar
PT AKM Somasi PT AKP

Sosial

PT AKM Somasi PT AKP

dibaca 2455 kali
Cerita PSK di Palopo, Sering tak Dibayar, Ditinggal Pergi Begitu Saja
Kepala Dinas Sosial Pasangkayu Sulbar, Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian
Respon Cepat PT Pertamina Berikan Bantuan Korban Gempa di Sulawesi Barat
Danyon Brimob Parepare Berangkatkan Tim SAR Bantu Korban Gempa di Sulbar

TERPOPULER

  1. Sekolahkan Anaknya hingga jadi Pengacara, Kini Digugat Anaknya di Pengadilan

  2. Unifa Terjunkan Mahasiswa Program KKNE ke Lokasi Bencana Gempa Sulbar

  3. Dosen Universitas Negeri di Makassar Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

  4. Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri Protes Kematian Haji Permata yang Tewas Tertembak

  5. M1R SSB Sultra Bergerak Membuka Posko Peduli Gempa Sulbar

  6. BERITA VIDEO: Polda Sultra Ekspos Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu 590 Gram yang Disita dari Kurir Jaringan Kalimantan

  7. BERITA VIDEO: 590 Gram Narkotika Berhasil Disita Polda Sultra Dari Pengedar Jaringan Kaimantan

  8. Kepala Dinas Sosial Pasangkayu Sulbar, Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian

  9. Strategi Penanganan Multibencana

    Oleh: Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil.

  10. Buka Keran Ekspor 2021, Biji Mete Sultra Pasok Pasar Vietnam

RELIGI

Begini Pandangan Syekh Ibnu Athaillah Soal Karakter Asli Kehidupan Dunia

Ini Wasiat Syech Ali Jaber Soal Keutamaan Membaca Surah Al-Mulk

Terapkan Kebijakan Baru, Pengguna WhatsApp Beralih ke Telegram atau Signal?

Bersikap Baik atau Benar, Mana yang Lebih Utama?

Ingin Selamat Dunia Akhirat, Ini 3 Penyakit Hati yang Wajib Dihindari

EKONOMI

  1. Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

  2. Buka Keran Ekspor 2021, Biji Mete Sultra Pasok Pasar Vietnam

  3. Jokowi Tetapkan Nilai Tunjangan PNS untuk 4 Jabatan Fungsional

  4. Jualan Pot Bunga saat Pandemi, Ibu Ini dapat Omset Jutaan Rupiah per Bulan

  5. Menguat Hingga 8 Persen, Saham Tesla Lampaui Facebook

  6. Abaikan Protokol Keesehatan , FMPK Minta Kadin Sultra Tunda Tahapan Muswil

  7. SC Musprov Kadin Sultra : Malu Kita, Masa pengusaha besar untuk menjadi ketua Kadin uang Rp 500 juta dipersoalkan

  8. Bos Alibaba Jack Ma Dikabarkan `Menghilang` Setelah Mengkritik Pemerintah China

  9. Gandeng PMI, Sandiaga Uno Akan Kembangkan Wisata Kemanusiaan di Indonesia

  10. Kabar Gembira! PPPK Juga akan Dapat Dana Pensiun

  11. Di Tengah Pandemi Covid-19, Harta Para Milyarder Melejit Tajam

  12. Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp 6.000 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Pencopotan Aslan Sebagai Kepsek, Tunggu Kepastian Hukum Tetap

Sosial | 2020-11-25

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!
KENDARI, JALURINFO,- Kasus dugaan pelecehan seksual dan dicopot tidaknya Aslan sebagai Kepala SMAN 9 Kendari, masih menunggu kepastian hukum tetap.

Hal itu disebabkan minimnya bukti atas dugaan kasus pelecehan seksual Aslan, pada hering Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra melalui Komisi IV bersama OPD terkait dan juga Alumni Ika serta OSIS SMAN 9 Kendari.

Anggota Komisi IV DPRD Sultra, H Abdul Rasid Syawal mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual harusnya menjadi satu bahwasanya negara Indonesia merupakan negara hukum, maka jika memang Aslan dinyarakan bersalah harusnya dilaporkan ke kepolisian.

Baca juga: M1R SSB Sultra Siap Bersinergi Wujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Di Sulawesi Tenggara

"Sebab jika masalah ini terus berlarut-larut maka bisa menjadi masalah moral bagi Istri, Anak, Keluarga dan lingkungan masyarakat sodara Aslan,tanpa mengalihkan aspirasi dari Alumni Ika dan semangat dari adik-adik OSIS.mungkin ini dapat kita carikan solusi yang pas untuk keduanya ini bisa berjalan," tuturnya.

Ia juga menambahkan gerakan seperti ini, nantinya akan menimbulkan praktis yang akan mengakibatkan tidak akan diresponya pidato Aslan oleh peserta didik yang mungkin akan berimbas pada Guru-Guru di SMAN 9 Kendari.

Berita Terkait

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

JANGAN LEWATKAN

PT AKM Somasi PT AKP

PT AKM Somasi PT AKP

dibaca 2455 kali

#PT AKM

Berita Sul-Sel

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020