Top News
Nasional Internasional Sul-Sel Politik Hukum Olahraga Lifestyle Tekno Agama Tren Properti Pendidikan Tokoh Opini Video Iklan Ekonomi Selebriti Sosial Food
×

DATA COVID-19 DI INDONESIA

Update terakhir: 02 Agustus 2020, 15:42 WITA

TERKONFIRMASI

111,455

+1,519 Kasus

Dirawat 32,244

Meninggal 5,236

P. Sembuh 68,975

Berita Terpopuler Hari Ini: Komentar IDI soal Klaim Hadi Purnomo Temukan Obat Covid-19 Bupati Barru, Letakkan Batu Pertama Rumah Tahfidz Relawan Akhirat Presiden Bubuhkan Tanda Tangan, Gaji 13 ASN Cair Bulan Ini Jadi Top Skor Musim Ini, Immobile Samai Rekor Higuain di Seri A Pegang Presidensi Dewan Keamanan PBB, RI Akan Angkat Isu Covid-19 hingga Terorisme Guardiola Mengakui Liverpool Lawan Terberat dalam Kariernya Dimulai hari ini! Begini cara daftar ulang peserta SKB CPNS Pasangan Selingkuh Tak Mengenakan Pakaian Pingsan di Dalam Mobil, Berstatus PNS Nadiem Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet PJJ Karaoke Berujung Maut, Gadis Asahan Tewas dengan Mulut Berbusa
Landscape for All Languages

Ukur Diri Sebelum Beli Kendaraan Lagi, Hitung Pajak Progresifnya

Lifestyle | 2020-07-28

Ilustrasi STNK
JALURINFO,- Pemilik kendaraan bermotor punya kewajiban untuk membayar pajak kendaraan miliknya setiap tahunnya, apabila pemilik memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor maka akan dikenakan pajak progresif, terdapat dua jenis pajak progresif kendaraan yang perlu diketahui yakni pajak progresif motor dan pajak progresif mobil.

Sebelum berkenalan lebih jauh dengan pajak progresif, ada baiknya untuk mengenal definisi dari pajak progresif terlebih dahulu. Singkatnya, pajak progresif adalah pajak yang dikenakan kepada pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu unit mobil atau motor.

Tarif dari pajak progresif pun berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Jika pemilik kembali menambah unitnya, maka tarif dari pajak progresif juga akan mengalami kenaikan dengan sendirinya.

Pasal pajak progresif ini juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang berisi tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Didalamnya juga mengatur perihal pengelompokkan pajak progresif menjadi beberapa bagian.

Baca juga: Tips Mengelola Uang Gajian di Era New Normal

Seperti dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, terdapat dua hal dasar yang digunakan untuk menghitung pajak progresif pada kendaraan baik mobil maupun motor. Dasar ini juga digunakan sebagai acuan dalam menghitung tarif pajak progresif.

Pertama, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) merupakan sebuah nilai yang sudah diterapkan dari Dispenda yang sebelumnya telah menerima data dari APM. APM merupakan singkatan dari Agen Pemegang Merek. Perhitungan NJKB ini tidak didasarkan pada pasaran, melainkan pada depresiasi.

Kedua, penyusutan nilai kendaraan setiap tahunnya atau yang biasa disebut depresiasi yang didasarkan pada perhitungan pabrikan menjadi dasar menghitung NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor.

Umumnya, dasar ini berlaku pada mobil besar yang memiliki bobot 3 ton ke atas. Contoh mobil yang disebutkan adalah truk, bus, dan masih banyak lagi. Mengapa hanya mobil yang memiliki bobot 3 ton ke atas saja? Hal ini didasarkan pada tingkat kerusakan jalan yang dipengaruhinya.

Pasalnya mobil dengan bobot yang terlalu berat menjadi faktor atau penyebab utama yang menyebabkan jalan cepat mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan jalan dinyatakan dalam koefisien yang memiliki nilai lebih dari satu.

Pajak progresif diterapkan pada setiap nama pemilik yang memiliki lebih dari dua kendaraan. Maka dari itu, jika Anda menjual atau membeli motor second, segeralah melakukan proses balik nama guna mempermudah pembayaran pajak progresif agar tidak dibebankan pada pemilik sebelumnya.

Baca juga: Tips Tetap Sehat Konsumsi Daging di Hari Raya Qurban

Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan bermotor Bagaimanakah cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor? Setiap daerah memang memiliki pengukuran pajak progresif yang berbeda-beda.

Namun umumnya, tarif pajak progresif yang dikenakan pada kendaraan sebagai berikut.

Penarikan tarif sebesar 2% pada kepemilikan kendaraan pertama, penarikan tarif 2,5% pada kepemilikan kendaraan kedua, penarikan tarif 3% pada kepemilikan kendaraan ketiga, penarikan tarif 3,5% pada kepemilikan kendaraan keempat penarikan tarif 4% pada kepemilikan kendaraan kelima.

Menghitung pajak progresif tidak boleh sembarangan dan asal-asalan. Semua didasarkan pada perhitungan yang telah ditetapkan. Ada rumus dan tetapan presentasi seperti diatas yang harus diterapkan.

Baca juga: Punya 2609 T, Kekayaan Jeff Bezos Lebih Besar dari APBN Indonesia

Rumus menghitung pajak progresif motor adalah (Persentase Pajak Progresif Kendaraan x NJKB) + SWDKLLJ. Untuk bisa menghitung pajak progresifnya, Anda perlu mencari tahu NJKB terlebih dahulu dengan menggunakan rumus PKB : 2 x 100. Setelah itu, Anda bisa menghitung pajak progresifnya menggunakan rumus diatas.

Tidak hanya motor saja, pemilik mobil yang lebih dari satu unit juga dikenakan pajak progresif berdasarkan pada Undang-Undang yang berlaku. Perhitungannya juga didasarkan pada ketentuan tarif pajak dengan persentase seperti pada motor, namun dengan angka persen yang berbeda. (100kpj)
Terkini
Terpopuler
Covid 19
Video

Berita Terkait

KOLEKSI VIDEO POPULER

BERITA VIDEO: Keutamaan Waktu
Subuh, dan Kerugian bila
meninggalkan Shalat Subuh

BERITA VIDEO: Beberapa Pemuda
masuk ke RS Akibat Ingin
Memperbesar Alat Kelamin

BERITA VIDEO: Ustadz Das'ad
Latief: Rahasia Menghadapi
Istri yang Suka Ngomel

BERITA VIDEO : Sancaklar,
Mesjid Megah Dengan Desain
Terunik di Turki

BERITA VIDEO: 10 Pertandingan
KO Terbaik Mike Tyson

BERITA VIDEO: Detik-detik
Peluncuran Crew Dragon
Spacecraft dan Dua Astronot
ke ISS

BERITA VIDEO: Lima
Pertandingan yang Meng-KO Mike
Tyson

BERITA VIDEO: Ustadz Das'ad
Latief: Ingin Perbaiki Hidup?
Perbaiki Shalat!

BERITA VIDEO: Sholawat Nabi
Paling Merdu dari Timur Tengah

BERITA VIDEO: Surah Al-Mulk
oleh seorang pemuda Afrika,
viral di Medsos

BERITA VIDEO: Nabi Muhammad
adalah Tokoh yang Menentang
Keras Rasisme

BERITA VIDEO: Longsor yang
menenggelamkan Rumah di Desa
Battang Poros Toraja Palopo
(1)

BERITA VIDEO: Longsor yang
menenggelamkan Rumah di Desa
Battang Poros Toraja Palopo
(2)

BERITA VIDEO: Pangdam XIV
Hasanuddin, Mayjen TNI A.
Sumangerukka, Mengajak
Masyarak Bersatu Melawan
Covid-19

BERITA VIDEO: Detik-detik
Banjir Bandang Seret Korban di
Masamba

BERITA VIDEO: Memilukan!,
Penampakan Akibat Banjir
Masamba, Masjid & Rumah Warga
Dipenuhi dengan Lumpur

BERITA VIDEO: Viral Gadis
Cilik Berhasil Diselamatkan
Setelah Terendam Lumpur Banjir
Bandang Masamba

BERITA VIDEO: Kondisi di
Sekitar Mesjid Radda Pasca
Banjir Bandang Masamba

BERITA VIDEO: Kondisi Terkini
Kota Masamba Pasca Banjir
Bandang

BERITA VIDEO: PMI Sulsel
Kirimkan Paket Bantuan Ke
Masamba

JELAJAHI LEBIH LANJUT

BERANDA

NASIONAL

GLOBAL

SUL-SEL

POLITIK

HUKUM

OLAHRAGA

LIFESTYLE

TEKNO

RELIGI

PROPERTI

PENDIDIKAN

OPINI

EKONOMI

SELEBRITI

VIDEO POPULER

TOKOH

TREN

SOSIAL

KRIMINAL

TRAVEL

SAINS

UNIK

OTOMOTIF

HIBURAN

HEALTH

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

TENTANG KAMI

SERVICES

CONTACT

Copyright 2020