POLITIK & PILKADA

4 Calon Kuat Warnai Persaingan Menuju Kosong Satu PPP Makassar

AIA Lakukan Roadshow ke Daerah, Terkait dengan Agenda Pilgub Sulsel 2024?

Kasus Covid-19 Melonjak, Sejumlah Agenda Parpol di Sulsel Tersendat

Sulindo Sebut 3 Latar Belakang Tokoh yang Berpeluang Maju di Pilpres 2024

Diprediksi Tanpa Incumbent, Pertarungan Bebas di Pilkada Takalar Bakal Seru

OLAHRAGA

  1. Hasil Uji Coba Pramusim, Liverpool Dua Kali Ditahan Imbang di Austria

  2. Man United Fokus Bidik Raphael Varane

  3. Diduga Hina Islam, Petarung MMA Ini Banting dan Kunci Lawannya Usai Pertandingan

  4. Mantan Bek MU Ini Ungkap Gaya Kepelatihan Van Gaal

  5. Khabib Nurmagomedov Perpanjang Rekor Kemenangan di UFC Vegas 31

  6. 13 Atlet Olimpiade Bertolak ke Jepang Sabtu Malam

  7. Jose Maurinho Jadi Alasan Rui Patricio Ingin Gabung AS Roma

SELEBRITI

Meski Minta Direhab, Polisi Tetap Bawa Kasus Nia Ramadhani ke Pengadilan

Berawal dari `Nyanyian` Sang Sopir, Ini Kronologi Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Artis Nikita Mirzani Ditetapkan Tersangka atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Disingkirkan Cristiano Ronaldo, Saham Coca-Cola Dikabarkan Mengalami Penurunan

Kejar Lailatul Qadar, Artis Ini Lakukan Itikaf

HUKUM & KRIMINAL

  1. JPU KPK Ungkap Rincian Gratifikasi dalam Kasus Nurdin Abdullah

  2. Dakwaan JPU KPK terkait Kasus NA, Rekening Masjid Dipakai untuk Tampung Uang Gratifikasi

  3. Nanang Gunaryanto, JPU di Kasus RS Ummi Habib Rizieq, Meninggal Dunia

  4. PN Makassar Jadwalkan Sidang NA usai Lebaran Idul Adha

  5. Suap NA, JPU KPK Tuntut Agung Sucipto 2 Tahun dan Denda Rp250 Juta

Indef: PPN Sembako Premium Berpotensi Mendorong Lonjakan Impor Pangan

Ekonomi | 2021-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO.COM - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pengenanaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada sembako premium berpotensi menimbulkan kekacaun pasar dan merugikan petani. Indef menilai, pemerintah perlu melihat pasar bahan pokok di Indonesia secara lebih komprehensif.

"Kalau tidak hati-hati PPN sembako Premium ini alih-alih mau menekan ketimpangan, justru bisa mendistorsi pasar dan merugikan petani yang mampu menghasilkan kualitas produk yang bagus (premium)," kata Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, Ahad (13/6).

Baca juga: Menko Perekonomian: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

Eko melihat kebijakan PPN sembako premium ini juga dapat mendorong lonjakan impor pangan premium seperti beras dan kedelai. Menurut Eko, ini akan sangat merugikan para petani yang menghasilkan produk premium.




BERITA TERKAIT

Garuda Terancam Berhenti Beroperasi, Serikat Karyawan Bersurat ke Jokowi
Jokowi: Ekonomi Digital RI akan Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara
Jumlah Orang Kaya Indonesia Bertambah Banyak Selama Pandemi Corona
Sampai dengan Juni 2021, Jasa Raharja Sulsel Telah Serahkan Santunan Kecelakaan sebesar Rp. 43 Milyar lebih
Layanan Tarik Tunai ATM Mandiri Naik Hingga Rp20 Juta
Turun Status Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Bawah, Indonesia Kini Disalip Haiti dan setara Timor Leste
Anggota DPR-RI, Muh. Aras,  Gelontorkan Anggaran KOTAKU di Pettuadae Maros Rp 1 Miliar
Ungguli 400 Perusahaan Lain, BPJS Ketenagakerjaan Borong 4 Penghargaan
Panen Jagung di Bone, Mentan SYL: Tingkatkan Produktivitas
10 Perusahaan yang paling Banyak Memproduksi Batubara di Kuartal I 2021

TERPOPULER

  1. 16.000 Mustahik Di Sultra Rasakan Manfaat Tebar Hewan Kurban Dompet Duafa

  2. Ikut Imbauan Menteri Agama, Pemkot Makassar Tiadakan Shalat Idul Adha di Mesjid dan Lapangan

  3. Kasus Covid-19 di RI Mulai Menunjukkan Tren Penurunan

  4. WHO Minta Tiongkok Transparan Berikat Data Terkait Covid-19

  5. Pemerintah Batalkan Vaksin Berbayar, Begini Reaksi Kimia Farma

  6. Nanang Gunaryanto, JPU di Kasus RS Ummi Habib Rizieq, Meninggal Dunia

  7. Blusukan Ke Bandung, Kapolri dan Panglima Mapping Kebutuhan Masyarakat Dampak PPKM Darurat

  8. Pelindo IV Berikan Vaksin Gratis kepada Keluarga Pegawai, Vendor & Asosiasi

  9. Kapolri Instruksikan Jajarannya Percepat Distribusi Bansos PPKM Darurat ke Warga

  10. Hadiri Pembukaan Bimtek dan Workshop ADWI 2021, Plt Gubernur: Kami Usulkan 161 Desa

RELIGI

Arab Saudi Sampaikan Kabar Gembira soal Jemaah Haji, Sangat Melegakan

Ilmuwan Ungkap Cara Tidur Nabi Muhammad Agar Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Bolehkah Salat Idul Adha di Rumah Tanpa Khutbah? Simak Penjelasannya.

Masjid Al-Markaz Al-Islami Tiadakan Salat Idul Adha

9 Calon Haji Ditangkap dan Didenda Pemerintah Arab, Kok Bisa?

EKONOMI

  1. Menko Perekonomian: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

  2. 8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Gaji, Ini Rinciannya

  3. Anggaran Penanganan Covid dan PEN Meningkat Jadi Rp744,75 Triliun

  4. Garuda Terancam Berhenti Beroperasi, Serikat Karyawan Bersurat ke Jokowi

  5. Jokowi: Ekonomi Digital RI akan Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

  6. Jumlah Orang Kaya Indonesia Bertambah Banyak Selama Pandemi Corona

  7. Sampai dengan Juni 2021, Jasa Raharja Sulsel Telah Serahkan Santunan Kecelakaan sebesar Rp. 43 Milyar lebih

  8. Layanan Tarik Tunai ATM Mandiri Naik Hingga Rp20 Juta

  9. Turun Status Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Bawah, Indonesia Kini Disalip Haiti dan setara Timor Leste

  10. Anggota DPR-RI, Muh. Aras, Gelontorkan Anggaran KOTAKU di Pettuadae Maros Rp 1 Miliar

  11. Ungguli 400 Perusahaan Lain, BPJS Ketenagakerjaan Borong 4 Penghargaan

  12. Panen Jagung di Bone, Mentan SYL: Tingkatkan Produktivitas

Indef: PPN Sembako Premium Berpotensi Mendorong Lonjakan Impor Pangan

Ekonomi | 2021-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!
JAKARTA, JALURINFO.COM - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pengenanaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada sembako premium berpotensi menimbulkan kekacaun pasar dan merugikan petani. Indef menilai, pemerintah perlu melihat pasar bahan pokok di Indonesia secara lebih komprehensif.

"Kalau tidak hati-hati PPN sembako Premium ini alih-alih mau menekan ketimpangan, justru bisa mendistorsi pasar dan merugikan petani yang mampu menghasilkan kualitas produk yang bagus (premium)," kata Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, Ahad (13/6).

Baca juga: Menko Perekonomian: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

Eko melihat kebijakan PPN sembako premium ini juga dapat mendorong lonjakan impor pangan premium seperti beras dan kedelai. Menurut Eko, ini akan sangat merugikan para petani yang menghasilkan produk premium.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020