Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Pakar Militer : Senjata Hipersonik China Mampu Hancurkan Jet Tempur F-22 Amerika dalam Hitungan Detik

Internasional | 2022-01-03

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi jet tempur F-22 Raptor milik AS.(net)
JALURINFO,- Ilmuwan-ilmuwan China mengeklaim telah menciptakan senjata hipersonik generasi baru yang kecanggihan pelacaknya mungkin tidak dimiliki militer Amerika Serikat (AS) sampai 2025. Para peneliti mengaku pelacak panas yang mereka ciptakan meningkatkan kemampuan rudal hipersonik. Sehingga dapat mengenai target dengan sangat akurat dan cepat termasuk pesawat jet siluman, kapal dan kendaraan bergerak di jalanan.

Seperti dilansir dari EurAsian Times, Senin (3/1) senjata itu diprediksi akan membuat AS khawatir. "Rudal darat-ke-udara hipersonik dapat mengejar dan menghancurkan F-22 (Raptor) dalam hitungan detik bila pesawat itu menembakan rudal atau menjatuhkan bom dari jarak pendek," kata pakar militer China seperti dikutip South China Morning Post.

F-22 Raptor tidak hanya pesawat tempur AS yang mematikan tapi juga merupakan bagian penting dari Global Strike Task Force yang bertanggung jawab mengerahkan pasukan siap tempur untuk operasi pertempuran global dan mencegah insiden nuklir.

Baca juga: Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

Klaim China mengenai kelemahan pesawat ini yang bisa dilacak dan ditembak rudal pelacak panas rudal hipersonik menjadi gelombang kejut bagi AS. Para peneliti China dari National University of Defence Technology mengatakan, kemampuan rudal hipersonik dalam mencari, mengidentifikasi dan mengunci sasaran berdasarkan panas saat terbang dalam ketinggian rendah akan merevolusi perang konvensional.




BERITA TERKAIT

Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian
Serba Canggih, Ini Aneka Kendaraan Militer Rusia yang Dipakai untuk Perang.
Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Nuklir Chernobyl

Internasional

Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Nuklir Chernobyl

dibaca 7801 kali
Putin tandatangani dekret yang akui dua
Joe Biden dan Vladimir Putin Diminta Bertemu Lagi

Internasional

Joe Biden dan Vladimir Putin Diminta Bertemu Lagi

dibaca 7261 kali
AS Klaim Rusia akan Serang Ukraina Besok, Presiden Ukraina Seru Warga Kibarkan Bendera dan Putar Lagu Kebangsaan
Eskalasi Ketegangan Makin Meningkat, Ukraina Minta Bertemu Rusia dalam Tenggat 48 Jam
Terkait Ketegangan Rusia dan Ukraina, Putin Sebut Proposal Macron `Realistis`
Rusia Siagakan Rudal S-400 di Belarus, Ukraina Tak Gentar

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pakar Militer : Senjata Hipersonik China Mampu Hancurkan Jet Tempur F-22 Amerika dalam Hitungan Detik

Internasional | 2022-01-03

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi jet tempur F-22 Raptor milik AS.(net)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Ilmuwan-ilmuwan China mengeklaim telah menciptakan senjata hipersonik generasi baru yang kecanggihan pelacaknya mungkin tidak dimiliki militer Amerika Serikat (AS) sampai 2025. Para peneliti mengaku pelacak panas yang mereka ciptakan meningkatkan kemampuan rudal hipersonik. Sehingga dapat mengenai target dengan sangat akurat dan cepat termasuk pesawat jet siluman, kapal dan kendaraan bergerak di jalanan.

Seperti dilansir dari EurAsian Times, Senin (3/1) senjata itu diprediksi akan membuat AS khawatir. "Rudal darat-ke-udara hipersonik dapat mengejar dan menghancurkan F-22 (Raptor) dalam hitungan detik bila pesawat itu menembakan rudal atau menjatuhkan bom dari jarak pendek," kata pakar militer China seperti dikutip South China Morning Post.

F-22 Raptor tidak hanya pesawat tempur AS yang mematikan tapi juga merupakan bagian penting dari Global Strike Task Force yang bertanggung jawab mengerahkan pasukan siap tempur untuk operasi pertempuran global dan mencegah insiden nuklir.

Baca juga: Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

Klaim China mengenai kelemahan pesawat ini yang bisa dilacak dan ditembak rudal pelacak panas rudal hipersonik menjadi gelombang kejut bagi AS. Para peneliti China dari National University of Defence Technology mengatakan, kemampuan rudal hipersonik dalam mencari, mengidentifikasi dan mengunci sasaran berdasarkan panas saat terbang dalam ketinggian rendah akan merevolusi perang konvensional.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020