Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Opini | 2022-02-20

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Syamsu Nur, Penulis rubrik Sketsa-sketsa
JALURINFO.COM, MAKASSAR - Saat ini ada kepusingan baru. Ibu-ibu di dapur lagi pusing - kesulitan mendapatkan minyak goreng. Lihatlah di toko dan supermarket. Stok jualan minyak goreng lagi habis.

Penjualan makanan gorengan lebih pusing lagi. Tidak bisa jualan lagi.Itu artinya pendapatan hariannya bisa hilang. Kalaupun ada dijual harganya melonjak tinggi. Mampuslah semangat berjualan pedagang kecil.

Selama ini soal minyak goreng aman-aman saja. Dulu minyak goreng dari minyak kelapa. Pohon kelapa banyak di negeri ini. Maka soal minyak kelapa tidak pernah jadi soal. Kemudian muncul yang namanya kelapa sawit. Bersamaan itu soal kelapa tua sudah mulai kurang produksinya. Soalnya petani kelapa lebih senang menjual kelapa muda. Harganya lebih tinggi. Sementara kelapa tua harganya murah. Apalagi minum kelapa muda makin banyak promosinya. Sebagai obat penyegar sampai menjadi obat kuat dicampur madu.

Baca juga: SKETSA-SKETSA

PENGALAMAN “DISERANG” ABSES
Catatan :Syamsu Nur

Maka minyak goreng beralih dari hasil kelapa sawit. Kebun kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan menjadi sangat luas. Saat itu minyak goreng menjadi melimpah karena produksi pabrik minyak goreng dari kelapa sawit jalan terus - seperti air mengalir saja. Muncul masalah ketika kelapa sawit jadi incaran pabrik yang disebut Falm oil. Inilah Flm oil yang paling banyak dipakai di industri dunia. Mulai dari industri kosmetik, industri pakan, industri kimia dan banyak lagi. Kelapa sawit jadi rebutan pabrik. Tapi harga dari pabrik Falm oil lebih menarik petani. Harganya lebih bagus. Kesulitanlah pabrik minyak goreng mendapatkan bahan baku. Produksi menurun dan harga di pasaran jadi naik. Bukan lagi 14.000’rupiah per liter, bahkan sampai 22.000 rupiah perliter.




BERITA TERKAIT

Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<div><br></div>Pantai Beba, Potensi Besar-Miskin Kreasi<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Opini | 2022-02-20

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Syamsu Nur, Penulis rubrik Sketsa-sketsa
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO.COM, MAKASSAR - Saat ini ada kepusingan baru. Ibu-ibu di dapur lagi pusing - kesulitan mendapatkan minyak goreng. Lihatlah di toko dan supermarket. Stok jualan minyak goreng lagi habis.

Penjualan makanan gorengan lebih pusing lagi. Tidak bisa jualan lagi.Itu artinya pendapatan hariannya bisa hilang. Kalaupun ada dijual harganya melonjak tinggi. Mampuslah semangat berjualan pedagang kecil.

Selama ini soal minyak goreng aman-aman saja. Dulu minyak goreng dari minyak kelapa. Pohon kelapa banyak di negeri ini. Maka soal minyak kelapa tidak pernah jadi soal. Kemudian muncul yang namanya kelapa sawit. Bersamaan itu soal kelapa tua sudah mulai kurang produksinya. Soalnya petani kelapa lebih senang menjual kelapa muda. Harganya lebih tinggi. Sementara kelapa tua harganya murah. Apalagi minum kelapa muda makin banyak promosinya. Sebagai obat penyegar sampai menjadi obat kuat dicampur madu.

Baca juga: SKETSA-SKETSA

PENGALAMAN “DISERANG” ABSES
Catatan :Syamsu Nur

Maka minyak goreng beralih dari hasil kelapa sawit. Kebun kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan menjadi sangat luas. Saat itu minyak goreng menjadi melimpah karena produksi pabrik minyak goreng dari kelapa sawit jalan terus - seperti air mengalir saja. Muncul masalah ketika kelapa sawit jadi incaran pabrik yang disebut Falm oil. Inilah Flm oil yang paling banyak dipakai di industri dunia. Mulai dari industri kosmetik, industri pakan, industri kimia dan banyak lagi. Kelapa sawit jadi rebutan pabrik. Tapi harga dari pabrik Falm oil lebih menarik petani. Harganya lebih bagus. Kesulitanlah pabrik minyak goreng mendapatkan bahan baku. Produksi menurun dan harga di pasaran jadi naik. Bukan lagi 14.000’rupiah per liter, bahkan sampai 22.000 rupiah perliter.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020