POLITIK & PILKADA

4 Calon Kuat Warnai Persaingan Menuju Kosong Satu PPP Makassar

AIA Lakukan Roadshow ke Daerah, Terkait dengan Agenda Pilgub Sulsel 2024?

Kasus Covid-19 Melonjak, Sejumlah Agenda Parpol di Sulsel Tersendat

Sulindo Sebut 3 Latar Belakang Tokoh yang Berpeluang Maju di Pilpres 2024

Diprediksi Tanpa Incumbent, Pertarungan Bebas di Pilkada Takalar Bakal Seru

OLAHRAGA

  1. Hasil Uji Coba Pramusim, Liverpool Dua Kali Ditahan Imbang di Austria

  2. Man United Fokus Bidik Raphael Varane

  3. Diduga Hina Islam, Petarung MMA Ini Banting dan Kunci Lawannya Usai Pertandingan

  4. Mantan Bek MU Ini Ungkap Gaya Kepelatihan Van Gaal

  5. Khabib Nurmagomedov Perpanjang Rekor Kemenangan di UFC Vegas 31

  6. 13 Atlet Olimpiade Bertolak ke Jepang Sabtu Malam

  7. Jose Maurinho Jadi Alasan Rui Patricio Ingin Gabung AS Roma

SELEBRITI

Meski Minta Direhab, Polisi Tetap Bawa Kasus Nia Ramadhani ke Pengadilan

Berawal dari `Nyanyian` Sang Sopir, Ini Kronologi Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Artis Nikita Mirzani Ditetapkan Tersangka atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Disingkirkan Cristiano Ronaldo, Saham Coca-Cola Dikabarkan Mengalami Penurunan

Kejar Lailatul Qadar, Artis Ini Lakukan Itikaf

HUKUM & KRIMINAL

  1. JPU KPK Ungkap Rincian Gratifikasi dalam Kasus Nurdin Abdullah

  2. Dakwaan JPU KPK terkait Kasus NA, Rekening Masjid Dipakai untuk Tampung Uang Gratifikasi

  3. Nanang Gunaryanto, JPU di Kasus RS Ummi Habib Rizieq, Meninggal Dunia

  4. PN Makassar Jadwalkan Sidang NA usai Lebaran Idul Adha

  5. Suap NA, JPU KPK Tuntut Agung Sucipto 2 Tahun dan Denda Rp250 Juta

Tingkat Penularan Covid-19 India Hingga 3 Kali Lipat

Internasional | 2021-05-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) berjalan melewati tumpukan kayu pemakaman orang-orang yang meninggal karena Covid-19 di New Delhi, India, 26 April 2021. /Reuters/Adnan Abidi
JALURINFO,- Varian baru SARS-CoV-2 yang ditemukan di Indonesia memiliki laju penularan hingga lebih dari 3 kali lipat dibandingkan virus serupa yang sudah lebih dulu ada. SARS-CoV-2 adalah virus corona penyebab Covid-19, diketahui menyebar pertama kali di Wuhan, Cina, pada akhir 2019.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa penularan berat Covid-19 bisa dihindari jika laju penularan yang ditemukan di lapangan sebesar 0,9 atau paling tinggi setara dengan varian awal. Tapi yang ditemukan, laju penularan infeksi virus tersebut sekitar 3,35 kali lipat.

Dante mengungkap hasil analisis berdasarkan pengamatan atas kasus yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, tersebut dalam rapat kerja di DPR RI, Kamis 27 Mei 2021. Kasus itu berawal dari karantina kesehatan yang dilakukan terhadap 20 anak buah kapal (ABK) saat berlabuh usai melakukan perjalanan dari India--negara yang sedang dilanda gelombang baru penularan Covid-19 yang parah.

Baca juga: Ada Apa? Kemenlu Tarik Semua Diplomat Indonesia dari Korea Utara.

Pemeriksaan screening genomik dari 20 ABK ternyata berujung 14 kasus mutasi virus yang menular pada 31 tenaga kesehatan. Padahal, Dante menambahkan, tenaga kesehatan saat kontak dengan ABK sudah mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Ini memperlihatkan bagaimana agresifnya penularan dari virus yang masuk dalam klasifikasi Variant of Concern (VoC) WHO kepada orang lain," katanya merujuk kepada SARS-CoV-2 varian B. 1617 yang diketahui pertama menyebar di India.




BERITA TERKAIT

Rusia Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik Tsirkon dengan Kecepatan 8.000 Km/jam
WHO Minta Tiongkok Transparan Berikat Data Terkait Covid-19
Ledakan Dahsyat Gegerkan Warga Arab Saudi

Internasional

Ledakan Dahsyat Gegerkan Warga Arab Saudi

dibaca 3035 kali
Sosok Kontroversial Presiden Haiti yang Hidupnya Berakhir Tragis
Mulai 11 Juli, Uni Emirat Arab Larang Masuk Pelancong dari Indonesia
WHO Sebut Covid-19 Varian Lambda Lebih Ganas dan Mematikan
WHO Rekomendasikan Obat Ini Bagi Pasien Covid-19

Internasional

WHO Rekomendasikan Obat Ini Bagi Pasien Covid-19

dibaca 41409 kali
5 Rekomendasi WHO Seputar Makanan Selama Pandemi Covid-19
Ilmuwan Sebut Covid-19 Varian Lambda Berpotensi Miliki Tingkat Penularan yang Tinggi
Israel Dilaporkan Duduki Gaza

Internasional

Israel Dilaporkan Duduki Gaza

dibaca 40402 kali

TERPOPULER

  1. 16.000 Mustahik Di Sultra Rasakan Manfaat Tebar Hewan Kurban Dompet Duafa

  2. Ikut Imbauan Menteri Agama, Pemkot Makassar Tiadakan Shalat Idul Adha di Mesjid dan Lapangan

  3. Kasus Covid-19 di RI Mulai Menunjukkan Tren Penurunan

  4. WHO Minta Tiongkok Transparan Berikat Data Terkait Covid-19

  5. Pemerintah Batalkan Vaksin Berbayar, Begini Reaksi Kimia Farma

  6. Nanang Gunaryanto, JPU di Kasus RS Ummi Habib Rizieq, Meninggal Dunia

  7. Blusukan Ke Bandung, Kapolri dan Panglima Mapping Kebutuhan Masyarakat Dampak PPKM Darurat

  8. Pelindo IV Berikan Vaksin Gratis kepada Keluarga Pegawai, Vendor & Asosiasi

  9. Kapolri Instruksikan Jajarannya Percepat Distribusi Bansos PPKM Darurat ke Warga

  10. Hadiri Pembukaan Bimtek dan Workshop ADWI 2021, Plt Gubernur: Kami Usulkan 161 Desa

RELIGI

Arab Saudi Sampaikan Kabar Gembira soal Jemaah Haji, Sangat Melegakan

Ilmuwan Ungkap Cara Tidur Nabi Muhammad Agar Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Bolehkah Salat Idul Adha di Rumah Tanpa Khutbah? Simak Penjelasannya.

Masjid Al-Markaz Al-Islami Tiadakan Salat Idul Adha

9 Calon Haji Ditangkap dan Didenda Pemerintah Arab, Kok Bisa?

EKONOMI

  1. Menko Perekonomian: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

  2. 8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Gaji, Ini Rinciannya

  3. Anggaran Penanganan Covid dan PEN Meningkat Jadi Rp744,75 Triliun

  4. Garuda Terancam Berhenti Beroperasi, Serikat Karyawan Bersurat ke Jokowi

  5. Jokowi: Ekonomi Digital RI akan Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

  6. Jumlah Orang Kaya Indonesia Bertambah Banyak Selama Pandemi Corona

  7. Sampai dengan Juni 2021, Jasa Raharja Sulsel Telah Serahkan Santunan Kecelakaan sebesar Rp. 43 Milyar lebih

  8. Layanan Tarik Tunai ATM Mandiri Naik Hingga Rp20 Juta

  9. Turun Status Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Bawah, Indonesia Kini Disalip Haiti dan setara Timor Leste

  10. Anggota DPR-RI, Muh. Aras, Gelontorkan Anggaran KOTAKU di Pettuadae Maros Rp 1 Miliar

  11. Ungguli 400 Perusahaan Lain, BPJS Ketenagakerjaan Borong 4 Penghargaan

  12. Panen Jagung di Bone, Mentan SYL: Tingkatkan Produktivitas

Tingkat Penularan Covid-19 India Hingga 3 Kali Lipat

Internasional | 2021-05-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) berjalan melewati tumpukan kayu pemakaman orang-orang yang meninggal karena Covid-19 di New Delhi, India, 26 April 2021. /Reuters/Adnan Abidi
Choose Language!
JALURINFO,- Varian baru SARS-CoV-2 yang ditemukan di Indonesia memiliki laju penularan hingga lebih dari 3 kali lipat dibandingkan virus serupa yang sudah lebih dulu ada. SARS-CoV-2 adalah virus corona penyebab Covid-19, diketahui menyebar pertama kali di Wuhan, Cina, pada akhir 2019.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa penularan berat Covid-19 bisa dihindari jika laju penularan yang ditemukan di lapangan sebesar 0,9 atau paling tinggi setara dengan varian awal. Tapi yang ditemukan, laju penularan infeksi virus tersebut sekitar 3,35 kali lipat.

Dante mengungkap hasil analisis berdasarkan pengamatan atas kasus yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, tersebut dalam rapat kerja di DPR RI, Kamis 27 Mei 2021. Kasus itu berawal dari karantina kesehatan yang dilakukan terhadap 20 anak buah kapal (ABK) saat berlabuh usai melakukan perjalanan dari India--negara yang sedang dilanda gelombang baru penularan Covid-19 yang parah.

Baca juga: Ada Apa? Kemenlu Tarik Semua Diplomat Indonesia dari Korea Utara.

Pemeriksaan screening genomik dari 20 ABK ternyata berujung 14 kasus mutasi virus yang menular pada 31 tenaga kesehatan. Padahal, Dante menambahkan, tenaga kesehatan saat kontak dengan ABK sudah mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Ini memperlihatkan bagaimana agresifnya penularan dari virus yang masuk dalam klasifikasi Variant of Concern (VoC) WHO kepada orang lain," katanya merujuk kepada SARS-CoV-2 varian B. 1617 yang diketahui pertama menyebar di India.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020